PONDOK PESANTREN HIDAYATUL MUBTADIIN
Sejarah Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Sumur Amba Kebarongan Kemranjen Banyumas

PENGURUS PONDOK PESANTREN HIDAYATUL MUBTADIIN
Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin merupakan salah satu lembaga pendidikan dan pusat pengkajian ilmu agama Islam yang berada di Dusun Sumur Amba, Desa Kebarongan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pondok pesantren ini tumbuh dan berkembang dari sebuah pengajian sederhana hingga menjadi lembaga pendidikan yang memiliki pondok pesantren serta pendidikan formal jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah.
Awal Berdirinya Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin
Sejarah Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin bermula pada tahun 1998. Pada saat itu belum terdapat bangunan pondok pesantren. Kegiatan mengaji dilaksanakan di rumah Abah Muhammad Tahrir Ubaidillah.
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak masyarakat dan santri yang datang untuk mengikuti pengajian dan belajar ilmu agama kepada beliau. Bertambahnya jumlah santri tersebut menjadi salah satu awal berkembangnya kegiatan pendidikan Islam yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin.
Pada tahun 2000, mulai dibangun Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin di wilayah Sumur Amba, Kebarongan, Kemranjen, Banyumas. Bangunan pondok pada masa awal masih sangat sederhana dan menggunakan papan kayu.
Meskipun fasilitas yang tersedia masih terbatas, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat para santri dalam menuntut ilmu. Dengan kesederhanaan tersebut, kegiatan belajar dan mengaji terus berjalan di bawah bimbingan Abah Muhammad Tahrir Ubaidillah.

Perkembangan Pondok Pesantren
Perkembangan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin terus berlangsung seiring bertambahnya jumlah santri. Pada tahun 2004, mulai dibangun sarana dan prasarana yang lebih memadai berupa tiga gedung asrama dan satu aula.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2006, berdirilah Masjid Hidayaturrahman. Masjid ini menjadi salah satu pusat kegiatan ibadah dan keagamaan bagi para santri Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin sekaligus menjadi bagian penting dari perkembangan kehidupan keagamaan di lingkungan pondok.
Setelah itu, pembangunan dan perkembangan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin berlangsung semakin pesat, terutama pada periode 2007–2015. Berbagai fasilitas pondok terus dikembangkan untuk menunjang kegiatan pendidikan, pengajian, ibadah, dan kehidupan para santri.

Berdirinya MTs Ma’arif Hidayatul Mubtadiin
Seiring perkembangan zaman, kebutuhan terhadap pendidikan formal juga semakin dirasakan. Karena itu, pada tahun 2015 mulai dirintis pendidikan formal jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin.
Pada tahun pertama, madrasah tersebut masih menginduk kepada MTs Ma’arif NU 01 Sumpiuh. Setelah melalui proses pengembangan dan memenuhi berbagai persyaratan kelembagaan, pada tanggal 28 Maret 2019 madrasah tersebut resmi berdiri sendiri dengan nama MTs Ma’arif Hidayatul Mubtadiin.
Dalam perkembangannya, MTs Ma’arif Hidayatul Mubtadiin berhasil memperoleh akreditasi A. Hal tersebut menjadi salah satu bukti bahwa lembaga pendidikan formal di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin terus berupaya menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan.

Berdirinya MA Ma’arif Hidayatul Mubtadiin
Perkembangan pendidikan di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin tidak berhenti pada jenjang Madrasah Tsanawiyah. Banyak lulusan MTs yang memilih untuk tetap tinggal di pondok dan melanjutkan pendidikan.
Melihat kebutuhan tersebut, pada 24 Juni 2021 didirikan jenjang pendidikan Madrasah Aliyah (MA) yang kemudian dikenal dengan nama MA Ma’arif Hidayatul Mubtadiin.
Kehadiran MA Ma’arif Hidayatul Mubtadiin semakin melengkapi jenjang pendidikan formal di lingkungan pesantren. Para santri dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa harus meninggalkan lingkungan pesantren.
MA Ma’arif Hidayatul Mubtadiin juga berhasil memperoleh akreditasi A, sehingga semakin memperkuat keberadaan pendidikan formal di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin.
Perjalanan Panjang Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin
Perjalanan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin merupakan perjalanan panjang yang dimulai dari sebuah pengajian sederhana di rumah Abah Muhammad Tahrir Ubaidillah pada tahun 1998.
Dari tempat yang sederhana tersebut, kemudian berkembang menjadi sebuah pondok pesantren yang memiliki asrama, aula, masjid, serta lembaga pendidikan formal berupa MTs dan MA.
Perkembangan tersebut tentu tidak terlepas dari perjuangan para pengasuh, pengurus, santri, alumni, wali santri, masyarakat, serta berbagai pihak yang turut memberikan dukungan terhadap perkembangan pondok pesantren.
Dari tahun ke tahun, Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin terus berusaha mempertahankan tradisi keilmuan pesantren sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Luas dan Lingkungan Pondok Pesantren
Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Sumur Amba, Kebarongan, Kemranjen, Banyumas berdiri di atas tanah seluas kurang lebih 517 ubin, belum termasuk tanah wakaf berupa sawah yang dimiliki oleh pondok pesantren.
Di atas tanah tersebut berdiri berbagai fasilitas pendidikan dan pesantren, termasuk Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, MTs Ma’arif Hidayatul Mubtadiin, dan MA Ma’arif Hidayatul Mubtadiin.
Keberadaan pondok pesantren dan lembaga pendidikan formal tersebut menjadi satu kesatuan dalam upaya memberikan pendidikan kepada generasi muda, baik dalam bidang ilmu agama maupun pendidikan umum.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan perjalanan yang telah dilalui sejak tahun 1998, Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Pendidikan pesantren tidak hanya diarahkan untuk membentuk santri yang memiliki pengetahuan agama, tetapi juga membentuk pribadi yang berakhlak, berilmu, mandiri, dan mampu memberikan manfaat di tengah masyarakat.
Dari Sumur Amba, Kebarongan, Kemranjen, Banyumas, Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin terus melangkah dalam mendidik generasi penerus agar memiliki bekal ilmu, iman, dan akhlak dalam menghadapi perkembangan zaman.
Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin

Foto Romo Kyai Muhammad Takhrir saat masih mengaji di ndalem pertama